Dust Collector Diagram

Dust collector diagram merupakan skema visual yang menggambarkan bagaimana sistem pengumpul debu telah bekerja. Pada diagram ini telah menunjukkan aliran udara yang telah mengandung debu, komponen-komponen utama sepoerti filter dan blower, serta proses pemisahan debu dari udara. Diagram ini membantu memahami bagaimana dust collector bekerja dalam menangkap debu dan menjaga kualitas udara di lingkungan industri.

Komponen Utama Dust Collector yang Sering ditampilkan dalam Diagram

Saluran Masuk atau Inlet Duct: Saluran telah membawa udara yang terkontaminasi debu ke dalam sistem.

Sistem filter : bagian ini yang merupakan jantung dari dust collector, bertanggung jawab untuk menangkap dan menyaring debu dari aliran udara.

Bag filter yang menggunakan kantong kain untuk menangkap debu, sangat cocok untuk debu kering dan tidak berserat.

Kartrid filter telah menggunakan filter berlipit untuk menangkap debu, ideal untuk sistem yang lebih kecil.

Blower atau Fan: menghisap udara yang mengandung debu melalui saluran masuk dan mendorongnya melalui filter.

Hopper merupakan wadah yang menyimpan debu dengan ditangkap oleh filter.

Saluran keluaran outlet duct merupakan saluran membawa udara bersih yang sudah disaring keluar dari sistem.

Sistem pembersih filter yang merupakan sistem memiliki fungsi untuk membersihkan filter dari debu yang menempel, semisal dengan menggunakan udara terkompresi pulsa udara.

Contoh Dust Collector Diagram

Dust Collector Diagram yang sering menampulkan jalur aliran udara dari saluran masuk, melalui filter dan kemduian ke saluran keluaran. Diagram ini memang juga menunjukkan bagaiaman udara terkompresi digunakan untuk bersihkan filter dan bagaimana debu yang sudah ditangkap disimpan dalam hopper. Ada beberapa jenis dust collector, seperti baghouse, cartridge dan cyclone dan setiap jenis memiliki diagram yang sedikit berbeda sesuai dengan desainnya.

Baca Juga : Dust Collector Murah

Manfaat Menggunakan Diagram Dust Collector

Memahami Prinsip Kerja

Diagram membantu memahami bagaimana dust collector bekerja dalam menangkap debu.

Identifikasi Komponen

Diagram telah memudahkan identifikasi komponen-komponen utama dari dust collector.

Pemeliharaan dan Perbaikan

Diagram membantu dalam pemeliharaan dan perbaikan jika terjadi masalah pada dust collector.

Perencanaan Sistem

Ketahuilah diagram membantu dalam perencanaan sistem pengumpul debu yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Dalam keseluruhan, maka diagram dust collector alat yang penting untuk memahami dan mengopoerasikan sistem pengumpul debu dengan benar.

Dust collector diagram dengan kapasitas secara umum yang merujuk pada perhitunga jumlah debit udara yang bisa dihisap oleh sistem dust collector. Hal ini sangat penting untuk memastikan sistem bisa menangani volume debu yang telah dihasilkan oleh proses produksi atau peralatan tertentu.

Perhitungan Kapasitas Dust Collector

Menentukan Volume Debu yang Dihasilkan

Perhitungan ini memang sering dilakukan dengan mengukur jumlah debu yang dihasilkan oleh mesin atau proses tertentu.

Contohnya bila sebuah mesin buffing menghasilkan debu dengan volume tertentu per menit, maka volume debu ini bisa dihitung dan dijadikan dasar perhitungan kapasitas dust collector.

Menghitung Debit Udara yang Diperlukan

Debit udara (Q) yang dibutuhkan dihitung dengan rumus : Q=v. A,

Q merupakan debit hisap dengan ukuran m2/h atau m3/menit.

V adalah kecepatan hisap pada ducting m/s atay kaki/menit.

A adalah penampang ducting m2 atau kaki2.

Menentukan Ukuran Dust Collector

Setelah debit udara yang dibutuhkan diketahui, maka ukuran dust collector dengan kapasitas CFM- kaki kubik per menit bisa dihitung.

Contoh: dalam menentukan ukuran dust collector yang sangat tepat, kecepatan udara yang dibutuhkan dikalikan dengan luas penampang area kerja (panjang x lebar).

Faktor yang mempengaruhi kapasitas

Karakteristik Debu: karakteristik debu telah mempengaruhi kebutuhan kecepatan hisap.

Area Kerja: ukuran area kerja dan jumlah mesin yang beroperasi secara bersamaan mempengaruhi debit udara yang dibutuhkan.

Kapasitas Filter: kapasitas filter dalam dust collector memang memengaruhi debit udara yang bisa ditangani.

Dengan memahami cara menghitung kapasitas dust collector dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, kita bisa memilih dan menggunakan sistem dust collector yang sesuai untuk menjaga kualitas udara dan kesehatan pekerja.

Cara kerja dust collector pada umumnya menunjukkan bagaiaman sistem menyedot udara yang terkontaminasi debu, lalu menyaringnya melalui filter, dan akhirnya membuang debu yang tertangkap sementara udara bersih kembali ke lingkungan.

Sistem ini sangat penting untuk menjaga kualitas udara di industri dan menjaga keselamatan pekerja.

Dust Collector Diagram

Langkah-langkah umum dalam diagram dust collector

Sistem in-take

Debu dan partikel-partikel lainnya dihisap oleh blower atau kipas dari area proses atau sumber debu.

Ducting atau saluran

Udara terkontaminasi kemudian dialirkan melalui sistem ducting atau saluran ke dust collector.

Filter

Debu dan partikel-partikel tertangkap di filter, seperti bag filter atau cartridge filter.

Pembuangan Debu

Pada debu yang tertangkap fi filter kemudian dibuang ke dust bin atau tempat penampungan.

Pembuangan Udara Bersih

Udara yang sudah bersih dari debu kemudian dilepaskan kembali ke lingkungan melalui sistem exhaust.

Jenis dust collector yang umum

  • Bag filter yang menggunakan kantong filter bag untuk menyaring debu.
  • Cartridge filter telah menggunakan cartridge filter yang lebih kompak.
  • Sistem cyclone telah memisahkan debu dari udara dengan menggunakan gaya sentrifugal.
Diagram dust collector Bisa Menunjukkan berbagai hal :
  • Lokasi blower, ducting dan filter
  • Sistem pengontrolan otomatis semisal sistem pembersihan filter otomatis.
  • Sistem monitoring kualitas udara.
  • Sistem pembuangan debu.
Diagram dust collector bisa membantu untuk:
  • Memahami cara kerja sistem secara keseluruhan
  • Merencanakan dan merancang sistem collector yang sesuai dengan kebutuhan.
  • Memonitor dan memelihara sistem dust collector
  • Melatih pekerja tentang cara kerja dan pemeliharaan sistem.
Klasifikasi Dust Collector
  • Mekanik (gravitasi, inersia, sentrifugal)
  • Elektrik (menggunakan medan listrik)
  • Filter (menggunakan media saringan)
  • Pencucian (menggunakan cairan untuk menangkap debu).

Baca Juga : Pembuat Dust Collector

Berdasarkan Bentuk Instalasi:
  • Vertikal (sistem pembersihan dengan getaran atau rotasi)
  • Horizontal ( sistem pembersihan dengan ket pulsa udara).
Berdasarkan Keterlibatan Cairan:
  • Kering tanpa cairan
  • Basah dengan cairan

Contoh Penggunaan:

Indsutri Kayu: Digunakan untuk mengumpulkan debu dari mesin pemotong, pengamplas dan mesin bubut.

Industri Tambang: Digunakan untuk mengendalikan debu dari proses penambangan.

Industri Pembangkit Listrik: Digunakan untuk menyaring debu dari cerobong asap.

Alat ini memiliki bentuk tergantung pada jenis dan fungsi dari dust collector tersebut. Memang secara umum diagramnya akan menunjukkan komponen-komponen utama yang terlibat dalam proses penangkapan debu dan pembuangannya.

Komponen Utama

Sumber debu: area atau proses yang menghasilkan debu.

Hood atau saluran: saluran atau hood yang telah digunakan untuk mengumpulkan debu dari sumbernya.

Fan atau blower: memindahkan debu dari sumber ke dust collector

Unit dust collector: bagian utama yang menangkap debu ini mampu berupa baghouse penjaring debu kantong, filter cartridge atau jenis lainnya.

Filter: media filter yang digunakan untuk menangkap partikel debu.

Tumpukan debu: kapasitas yang digunakan untuk menyimpan debu yang tertangkap.

Sistem pembuangan debu: metode untuk membuang debu yang sudah terkumpul semisal menggunakan vibrator atau sistem konveyor.

Fan buang: membuang udara bersih setelah penapisan.

error: Content is protected !!
Scroll to Top