Dust Collector Pipe

Dust collector pipe atau pipa untuk pengumpulan debu. Ketahui setiap debu yang di transfer pasti membutuhkan media atau jalur perpindahan. Memang sama halnya dengan saat kita mengairi tanaman di sawah pasti terdapat jalur pengairan supaya air tidak terbuang sia-sia.

Dalam hal ini fungsi pipa ducting merupakan sebagai jalur perpiundahan polusi udara yang membawa debu dari ruang produksi sampai ke luar bangunan. Pada jenis ducting yang sering digunakan dalam pengerjaan dust collector yaitu ducting bulat.

Ukuran ducting berbeda-beda menyesuaikan dengan lubang aoutput debu pada mesin. Ukuran ducting memang juga berpengaruh pada penentuan daya motor karena dengan diameter pipa ducting yang besar membuat pressure lost yang terjadi akan semakin tinggi.

Baca Juga : Pembuat Dust Collector

Perlu diketahui bahwa bahan yang digunakan untuk pembuatan ducting memang juga menyesuaikan material debu yang telah di transfer. Pada pengaplikasian untuk debu kayu ducting dengan material besi biasa atau galvanize dengan tebal 1mm yang sudah cukup baik. kecuali dalam penggunaan material yang telah bersifat korosi dan panas, material pipa ducting yang telah digunakan memang harus lebih tebal 2mm atau 3mm,

Pipa ducting seperti dibuat dengan cara manual yaitu dengan memotong, menekuk, mengobrol dan juga mampu menyambung tekukan. Tetapi ada juga yang pembuatan pipa ducting yang telah menggunakan mesin. Pada intinya pipa ducting yang telah digunakan tidak boicor supaya sedotan yang dihasilkan bisa lebih maksimal.

Dust collector pipe atau pipa pengumpul debu yang merupakan bagian penting dari sistem dust collector yang memiliki fungsi untuk mengangkut debu dan partikel dari sumber ke unit pembersih udara. Pipa ini telah dirancang untuk tahan terhadap tekanan dan aliran udara yang membawa partikel debu.

Fungsi dan Keuntungan Pipa Dust Collector

Mengangkut Debu:

Pada pipa yang berfungsi sebagai saluran untuk mengangkut debu dan partikel dari berbagai sumber. Seperti mesin produksi atau area proses ke unit pembersih udara dan seperti baghouse atay cyclone.

Mencegah penyebaran debu:

Pipa telah membantu mencegah debu yang menyebar ke lingkungan kerja dan mengurangi paparan debu bagi pekerja, sehingga meningkatkan keselamatan kerja.

Meningkatkan efisiensi

Dalam pipa yang sudah dirancang dengan baik memastikan aliran debu yang secara efisien ke unit pembersih udara, sehingga telah meningkatkan efisiensi sistem secara keseluruhan dan meningkatkan kualitas udara.

Mencegah korosi

Dalam beberapa kasus, pipa bisa dirancang untuk mencegah terjadinya korosi pada peralatan, terutama pipa area drying.

Dust Collector Pipe

Jenis-Jenis Pipa Dust Collector

Pipa overhead: pipa ini digunakan utnuk mengangkut debu dari sumber yang lebih tinggi, seperti bagian atas mesin produksi.

Capture Arm: digunakan untuk mengangkut debu dari sumber yang lebih tinggi, seperti bagian atas mesin produksi.

Suction Hood :Pipa yang dipasang pada mesin atau peralatan untuk mengumpulkan debu langsung dari sumbernya.

Central Suction Unit: Unit yang berfungsi untuk menarik debu yang terkumpul dari berbagai sumber melalui pipa.

Pentingnya Pipa yang Tepat

Pipa yang tepat sangat penting untuk memastikan sistem dust collector yang bekerja dengan sangat efisien. Pemilihan jenis dan ukuran pipa memang harus sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik debu yang akan dikumpulkan. Pipa yang salah akan dapat sebabkan kebocoran, penyumbatan atau penurunan efisiensi sistem.

Pipa dust collector yang sering digunakan dalam berbagai ndustri seperti:

Industri manufaktur: hal ini mengendalikan debu dari proses produksi, seperti penggergajian kayu atau pemprosesan logam.

Industri Pertanian: dalam mengendalikan debu dari proses pengolahan hasil panen, seperti pengeringan gandum atau pengupasan biji-bijian.

Industri Konstruksi: dalam mengendalikan debu dari proses konstruksi, seperti pengeboran atau pemotongan batu.

Baca Juga : Cyclone Separator

Maksimalkan Efisiensi Sistem Pengumpulan Debu

Pada area yang memang sering diabaikan dari penggunaan udara bertekanan yang tidak efisien yaitu pembersihan dengan jet pulse pengumpulan debu. Baik utnuk jenis kantong atau jenis filter aliran balik. Pada sistem pengumpul debu yang sangat penting untuk banyak operasi pabrik.

Khususnya telah berkenaan dengan pemenuhan standar kualitas udara dalam dan luar ruangan. Untuk sistem ini memang juga sangat sering untuk mengumpulkan produk yang menghasilkan pendapatan. Pada inti dari pengumpul debu jenis jet pulse merupakan pemasangan dan ketersediaan udara yang bertekanan yang tepat.

Dalam pengoperasian pengumpul debu yang tepat sangat penting untuk meminimalkan biaya dan memaksimalkan efektivitas sistem. Ada banyak jenis dan ukuran yang telah menggunakan denyut udara terkompresi untuk bersihkan kantong atau filter.

Denyut ini sering kali di kontrol oleh pengatur waktu yang memang mungkin memiliki atau tidak memiliki kontrol permintaan tambahan. Pengaturan waktu pada umumnya diatur dan yang sangat mungkin memiliki atau tidak memiliki kontrol pembuangan debu dan masa pakai kantong yang sangat tepat. Kontrol denyut permintaan yang telah berfungsi dengan baik maka akan secara drastis menurunkan biaya pengoperasian.

Teori Pengoperasian Dasar Kolektor Debu Jet Pulse Tipe Kantong

Debu yang dikumpulkan pada kantong atau jari, dan saat gumpalan debu telah memiliki ketebalan dan struktur yang sesuai aliran udara yang bertekanan digunakan untuk memukul atau menyetrum kantong dan juga menjatuhkan gumpalan tersebut. Pada aliran udara terkadang disertai dengan goncangan fisik, bergantung pada desainnya pada aliran udara terbalik juga bisa disertakan.

Jika kerak dikeluarkan dengan benar dari pengumpul debu, maka sistem akan membuang debu dari lingkungan yang telah ditentukan dan memiliki masa pakai kantong yang normal. Jika kerak tidak dikeluarkan secara efisien, maka pengumpulk debu tidak selalu bisa membuang debu secara efektif dari lingkungan yang telah ditentukan. Masa pakai kantong bisa dipersingkat secara signifikan.

Desain sistem pengumpulan debu telah menentukan tekanan masuk udara terkompresi ke manifold dan katup pulse yang diperlukan untuk pembuangan debu yang efektif. Berdasarkan tekanan ini maka katup ke pengiriman volume atau berat udara tertentu ke kantong pada kecepatan yang telah ditentukan untuk menghantam dan bersihkan kerak. Pada jumlah dan berat udara yang memang sebenarnya bergantung pada nosel pulse yang telah dialiri udara terkompresi untuk tekanan minimum dan stabil yang sudah ditentukan sebelumnya.

Pengumpul debu memang harus menerima tekanan yang benar atau mendekati tekanan tersebut serta tingkat tekanan yang bisa diulang secara stabil untuk setiap pulse. Hal ini terutama bila pengatur waktu telah digunakan untuk kendalikan pulse. Operator bisa bereksperimen untuk menemukan urutan pengaturan waktu yang bisa tepat tekanan masuk udara yang terkompresi yang diinginkan. Tetapi jika tekanan ini sudah bervariasi, maka kinerjanya akan tidak konsisten dan tidak memuaskan dan juga bisa menggunakan lebih banyak udara terkompresi.

Filter Pengumpul Debu Pembersihan Aliran Balik Pulse

Pengumpulan debu filter aliran balik menggunakan elemen kartrid yang telah dibersihkan dengan pembilasan balik menggunakan udara bertekanan. Pembalikan aliran udara sesaat telah disebabkan oleh semburan pendek udara yang bertekanan yang mirip dengan pengumpul debu kantong jet pulse. Udara bertekanan telah dilepaskan dari penerima penyimpanan oleh katup diafragma aliran tinggi yang bekerja cepat. Denyut udara ini telah mengeluarkan debu yang terkumpul dari elemen, debu kemudian dibuang ke dalam hopper atau laci pengumpul.

error: Content is protected !!
Scroll to Top