Dust Collector Calculation

Dust collector calculation untuk menghitung kebutuhan pengumpul debu, beberapa parameter utama perlu ditentukan. Volume udara, rasio udara terhadap kain, dan tekanan statis. Volume udara dihitung dengan mengalikan luas penampang kap dengan kecepatan udara yang dibutuhkan. Rasio udara terhadap kain ditemukan dengan membagi aliran udara dengan total luas filter. Terakhir, tekanan statis dihitung dengan menjumlahkan resistansi filter, kerugian gesekan saluran dan komponen lainnya.

Perhitungan Volumen Udara (CFM)

Tentukan area kap: ukur luas penampung kap tempat debu terkumpul dengan ukuran panjang x lebar.

Tentukan kecepatan udara yang diperlukan: berdasarkan karakteristik debu dan proses maka tentukan kecepatan udara yang telah diperlukan (fpm). Untuk aplikasi umu, 100-200 fpm merupakan kisaran umum.

Hitungan CFM: kalikan luas kap (kaki persegi) dengan kecepatan udara yang dibutuhkan (fpm) untuk mendapatkan nilai CFM:

CFN = luas (kaki persegi) x kecepatan (fpm)

Perhitungan Radio udara terhadap kain

Tentukan total area filter: hitunglah total luas permukaan media filter dalam pengumpul debu( kantong atau kartrid).

Tentukan aliran udara : hal ini cfm yang dihitung pada langkah sebelumnya.

Hitungan rasio udara dan kain: bagilah total aliran udara dengan total luas filter.

Perhitungan Tekanan Statis

Resistansi filter: perkiraan resistansi filter dalam inci air berdasarkan jenis pengumpul debu dan media filter. Hal ini sering kali bisa ditemukan dalam spesifikasi pengumpul debu atau dengan menggunakan bagan referensi.

Baca Juga : Pembuat Dust Collector

Kehilangan gesekan Saluran Udara

Hitung kehilangan gesekan pada sistem saluran menggunakan persamaan atau tebal yang relevan. Faktonya meliputi panjang saluran, diamter, tikungan dan perlengkapan.

Komponen lainnya

Pertimbangkan penurunan tekanan lainnya dalam sistem, seperti siku, katup, atau komponen lainnya.

Jumlahkan tekanannya: Tambahkan resistansi filter, kehilangan gesekan saluran dan penurunan tekanan lainnya untuk menentukan total tekanan statis yang telah diperlukan.

Dalam perhitungan dust collector memberikan banyak manfaat, terutama bagi industri yang menghasilkan debu atau partikel halus. Manfaat utama yang meliputi peningkatan kualitas udara, kesehatan dan keselamatan pekerja, efisiensi proses dan kualitas produk.

Perhitungan yang sangat tepat telah memastikan sistem dust collector bisa menangani aliran udara dan partikel secara efektif serta mengoptimalkan biaya operasional.

Dust Collector Calculation

Manfaat Khusus Perhitungan Dust Collector

Peningkatan kualitas udara

Perhitungan yang tepat memastikan sistem dust collector bisa menangani aliran udara dan partikel debu dengan efisien, sehingga mengurangi polusi udara di lingkungan kerja dan membantu memenuhi standar kualitas udara.

Peningkatan Kesehatan dan keselamatan

Dengan perhitungan debu dan partikel berbahaya dari udara, dust collector melindungi pekerja dari bahaya kesehatan yang terkait dengan paparan partikel seperti masalah pernapasan.

Peningkatan Efisiensi Proses

Pada debu dan partikel bisa menumpuk pada peralatan, mengganggu kinerja mesin dan proses produksi. Dust collector membantu menjaga peralatan bersih, meningkatkan efisiensi dan mengurangi waktu henti akibat kerusakan atau kegagalan mesin.

Peningkatan Kualitas produk

Debu dan partikel yang menempel pada produk bisa merusak kualitasnya. Dengan mengurangi debu di udara, maka dust collector sangat membantu menjaga kualitas produk dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Pengoptimalan Biaya

Dalam perhitungan yang sangat tepat, maka memastikan sistem dust collector beroperasi dengan sangat efisien, mengurangi pemborosan energi dan biaya pemeliharaan dan juga memperpanjang usia peralatan.

Penyaringan Partikel Halus

Adanya sistem dust collector dengan perhitungan yang sangat tepat, maka bisa menangkap partikel halus yang memiliki ukuran kecil, seperti partikel yang sangat berbahaya untuk kesehatan manusia.

Pemilihan Teknologi yang Tepat

Perhitungan sangat membantu menentukan jenis dust collector yang paling cocok untuk kebutuhan spesifik suatu industri, semisal baghouse atau cartridge filter.

Pengurangan Emisi

Dalam dust collector sangat membantu mengurangi emisi debu ke atmosfir, berkontribusi pada pemenuhan regulasi lingkungan dan perlindungan lingkungan.

Perawatan Khusus

Pada media filter bisa diperlakukan khusus untuk meningkatkan kinerjanya, seperti tahan api, tahan lembap dan kemampuan menangkap nanopartikel.

Baca Juga : Cyclone Separator

Faktor Lain yang Pengaruhi Dust Collector Calculation

Karakteristik debu

Suhu, kelembapan, ukuranpartikel dan kompoisis kimia debu maka akan mempengaruhi pemilihan jenis dust collector dan media filter.

Keterbatasan ruang

Ukuran dan bentuk ruang akan mempengaruhi desain dust collector dan ducting.

Kebutuhan Operasi

Frekuensi dan durasi operasi akan mempengaruhi pemilihan jenis dust collector dan media filter.

Kondisi debu

Karakteristik debu seperti suhu, kelembapan, dan komposisi kimia akan mempengaruhi pemilihan jenis dust collector dan media filter.

Kebutuhan saluran Udara

Pemilihan diameter dan panjang saluran udara akan mempengaruhi aliran udara dan tekanan statis.

Efisiensi

Rasio udara kain yang tepat penting untuk efisiensi dust collector dalam menangkap debu.

Fungsi utama dust collector di dalam proses industri merupakan untuk mengurangi dan menghilangkan polusi udara yang terjadi saat proses industri berlangsung. Tentu banyak sekali aktifitas industri yang bisa memicu terjadi polusi.

Adapun contoh industri pengolahan semen dan industri pengolahan kayu. Saat bahan baku semen diaduk dan dipindahkan ke mesin tentu terjadi polusi udara dari material semen. Sedangkan pada industri kayu di saat pemotongan kayu juga terjadi polusi udara dari bahan material kayu. Dari kedua contoh tersebut maka jenis dust collector bisa dibedakan sesuai dengan material debu, berat jenis dan karakter dari debu yang akan di bersihkan.

Secara dasar komponen utama dust collector yaitu adanya separator yang bisa memisahkan debu dan udara bersih pada polusi udara. Sedangkan berdasarkan jenis dust collector bisa dibedakan dua tipe yaitu dust collector kering dan dust collector basah.

Pada dust collector kering : maka salah satu dari jenis dust collector yang bisa proses pemisahan polutan dan udara bersih dilakukan tanpa menggunakan fluida cair seperti air. Proses seperti ini berlangsung dengan cara pemisahan partikel yang menggunakan gerakan statistik polutan serta perbedaan berat jenis polutan.

Seperti pada komponen cyclone separator, polusi yang masuk ke cyclone separator akan di putar sehingga akan terjadi turbulensi jadi polutan yang memiliki berat jenis lebih tinggi dibandingkan udara akan terlempar kebawah.

Selain dengan cara itu, pemisahan polusi pada jenis dust collector kering bisa dilakukan dengan menggunakan media filter. Penggunaan filter akan lebih efektif karena polusi akan tersaring bersih dan udara yang keluar tidak mencemari lingkungan. Jenis dust collector kering maka sering digunakan pada pengolahan tembakau, industri pengecoran, kampas dan kayu.

Sedangkan untuk duist collector basah maka tentunya berbeda dengan media pemisah polutan dengan udara. Pada jenis ini telah menggunakan media fluida cair seperti air untuk membantu memisahkan polutan dan udara. Jenis ini juga sering digunakan untuk mengurangi asap pada cerobong asap.

Jika anda ingin memiliki dust collector di perusahaan industri anda maka bisa langsung menghubungi kami pandawagroup.com. Kualitas sesuai dengan standar dan sudah bersertifikat, harga tergantung komponen yang sudah diterapkan dalam dust collector tersebut.

error: Content is protected !!
Scroll to Top